
Memilih keramik kamar mandi tidak boleh asal pilih motif yang bagus saja. Banyak kasus kamar mandi terlihat mewah, tapi justru licin, cepat retak, atau sulit dibersihkan. Padahal kamar mandi adalah area yang paling sering terkena air dan lembap setiap hari.
Kalau salah memilih keramik, bukan cuma mengganggu kenyamanan, tapi juga bisa berbahaya karena risiko terpeleset. Berikut panduan lengkap agar Anda tidak salah pilih.
1. Pilih Keramik dengan Permukaan Tidak Licin (Anti-Slip)
Hal paling penting dalam memilih keramik kamar mandi adalah tingkat kelicinannya.
Gunakan keramik dengan tekstur kasar atau memiliki label:
- Matte finish
- Anti-slip
- R10 – R12 (standar ketahanan licin)
Hindari keramik glossy untuk lantai kamar mandi karena saat terkena sabun dan air akan sangat licin.
👉 Tips sederhana: sentuh permukaan keramik dengan tangan. Jika terasa sedikit kasar, itu lebih aman untuk lantai.
2. Sesuaikan Ukuran Keramik dengan Luas Kamar Mandi
Ukuran keramik memengaruhi tampilan dan sistem drainase.
- Kamar mandi kecil → gunakan ukuran 20×20 cm atau 25×25 cm
- Kamar mandi besar → bisa gunakan 40×40 cm atau 60×60 cm
Keramik yang lebih kecil biasanya lebih aman karena memiliki lebih banyak nat (celah), sehingga mengurangi risiko licin.
3. Pilih Warna yang Tidak Mudah Terlihat Kotor
Kamar mandi adalah area lembap yang rentan jamur dan kerak air.
Warna yang disarankan:
- Abu-abu
- Beige
- Motif batu alam
- Warna netral doff
Hindari warna putih polos untuk lantai karena noda sabun dan kerak air akan lebih cepat terlihat.
4. Perhatikan Daya Serap Air (Water Absorption)
Keramik kamar mandi sebaiknya memiliki daya serap air rendah agar tidak cepat lembap dan berjamur.
Jenis yang direkomendasikan:
- Keramik porselen
- Homogeneous tile
Jenis ini lebih padat dan lebih tahan terhadap kelembapan dibanding keramik biasa.
5. Pastikan Kemiringan Lantai Mendukung Drainase
Keramik bagus pun tidak akan maksimal jika pemasangannya salah.
Pastikan lantai kamar mandi memiliki kemiringan yang cukup menuju floor drain agar:
- Air tidak menggenang
- Tidak menimbulkan bau
- Tidak mempercepat pertumbuhan lumut
Genangan air yang terus-menerus juga bisa mempercepat penuh atau tersumbatnya saluran pembuangan.
6. Gunakan Nat Anti Jamur
Selain keramik, nat juga berpengaruh.
Pilih nat dengan fitur:
- Anti jamur
- Anti bakteri
- Tahan air
Nat berkualitas membuat kamar mandi lebih awet dan tidak cepat menghitam.
7. Pertimbangkan Ketahanan Terhadap Beban
Jika kamar mandi sering digunakan atau berada di lantai dasar dengan lalu lintas tinggi, pilih keramik dengan ketahanan beban yang baik agar tidak mudah retak.
Keramik yang retak bisa menjadi jalur masuk air ke lapisan bawah dan berpotensi menyebabkan rembesan.
Kesimpulan
Memilih keramik kamar mandi yang benar bukan hanya soal estetika, tetapi soal keamanan, kenyamanan, dan daya tahan jangka panjang. Pastikan memilih keramik anti-slip, daya serap air rendah, ukuran sesuai ruangan, serta pemasangan dengan kemiringan yang tepat.
Karena kamar mandi yang baik bukan hanya terlihat bersih, tetapi juga memiliki sistem pembuangan yang lancar. Jika suatu saat saluran kamar mandi mulai melambat, berbau, atau septic tank terasa penuh, penanganan profesional tentu lebih aman. Untuk area Surabaya dan sekitarnya, Sedot WC Untung Slamet siap membantu dengan layanan cepat dan bersih tanpa mengganggu aktivitas rumah Anda.